Sunday, January 10, 2010



AKU MENANGIS UNTUK ADIKKU 6 KALI


Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

----------------



" Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa temanku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah temanku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. "

[Diterjemahkan dari "I cried for my brother six times"]

Saturday, December 26, 2009

Aku Bermimpi Melihat Surga..

hmm... Long time no see..
yeah, hari2 selalu penuh dengan tugas.. kadang aku merasa bosan.. yah, satu2nya jalan dilampiaskan pada tulisan..walau aku sadar tulisanku kadang hanya menjadi sampah.. okay, finished with that..

hmm, sebenernya aku g punya ide apa yang haru posting apa malem ini.. tapi malah keinget sebuah puisi dari novel ynag hebat karya penulis yang hebat juga.. apa karena malam ini aku merasa sendirian?? okay, itu tidak penting.. *gelo*
Puisi ini udah aku baca berkali-kali, dan sedikitpun aku g merasa bosan, atau merasa bahwa puisi ini berlebihan.. dirangkai dengan kata2 sederhana.. yang justru membuatnya istimewa, bukan dengan kata2 yang tinggi yang kadang malah membuat seseorang tidak menemukan makna tulisan tersebut.. ya, Puisi dari novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.. Puisi yang mengingatkan siapapun kita, dimanapun kita,Tuhan selalu bersama kita.. Tuhan g pernah melupakan umatnya sekalipun mereka melupakan Tuhannya.. jangan pernah berfikir kalau kau sendirian.. Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan...

and remember.. "sometimes, the greatest gift from God is an unanswered prayer"


here's the poem



AKU BERMIMPI MELIHAT SURGA


Sungguh,malam ketiga di Pangkalan punai aku mimpi melihat surga
Ternyata surga tidak megah, hanya sebuah istana kecil di tengah hutan
Tidak ada bidadari seperti yang disebut di kitab-kitab suci

Aku meniti jembatan kecil
Seorang wanita berwajah jernih menyambutku
“Inilah surga” katanya
Ia tersenyum, kerling matanya mengajakku menengadah
Seketika aku tekesiap oleh pantulan sinar matahari senja
Menyirami kubah-kubah istana
Mengapa sinar matahari bewarna perak, jingga, merah dan biru?
Sebuah keindahan yang asing

Di istana surga
Dahan-dahan pohpn ara menjalar ke dalam kamar-kamar sunyi yang bertingkat-tingkat
Gelas-gelas kristal berdenting dialiri air zamzam
Menebarkan rasa kesejukan

Bunga petunia ditanam dalam pot-pot kayu
Pot-pot itu digantung pada kusen-kusen jendela yang berwarna biru
Di beranda, kupu-kup kecil disembunyikan dibalik tilam, indah sekali
Sinarnya memancarkan kedamaian
Tembus membelah perdu-perdu di halaman

Surga begitu sepi
Tapi aku ingin tetap di sini
Karena ku ingat janjimu Tuhan
Kalau aku datang dengan berjalan
ENGKAU akan menjemputku dengan berlari-lari

'ICHI' - The Blind Sword Knight


Sebuah film yang sangat saya rekomendasikan kepada anda...mungkin sudah banyak dari kalian tang telah menonton film ini, atau bahkan semua sudah pernah menonton..*leave comment*

Pemain: Haruka Ayase, Shido Nakamura, Yôsuke Kubozuka, Takao Osawa, Kazuma Chiba, Yûko Endô

Ichi (Haruka Ayase), adalah seorang gadis buta pemain shamisen (gitar berdawai tiga). Saat sedang istirahat, Ichi mengalami pemerkosaan oleh seorang pria, yang menyebabkan dia diusir dari kelompoknya karena dianggap telah membuat aib. Ichi mencoba kembali kepada pria yang telah memperkosanya, namun pria itu tidak menerimanya karena dia telah mampunyai seorang istri.. Pria itu mencoba menyerangnya,sehingga tanpa sengaja, Ichi telah membunuh pria itu..

Ichi akhirnya memutuskan untuk berkelana untuk mencari seorang pria buta yang sering datang menemuinya, dan membarikan sebuah lonceng kecil kepadanya, dan telah dianggapnya sebagai ayahnya. Kedatangan seorang wanita cantik membawa shamisen (gitar berdawai tiga) ke sebuah kota kecil jelas menarik perhatian banyak orang di kota yang tenang itu. Tak perlu waktu lama untuk mengetahui bahwa gadis cantik tadi buta dan segera saja fakta itu dimanfaatkan tiga orang berandal yang bermaksud berbuat jahat kepadanya.

Sialnya, Ichi bukanlah gadis sembarangan. Dalam waktu singkat ketiga pemuda tadi dibuat kewalahan oleh permainan pedang Ichi. Konon, hilangnya pria buta misterius yang sebenarnya adalah Zatoichi ini ada sangkut pautnya dengan Bankyo (Shido Nakamura) dan gerombolannya yang berkuasa di daerah itu. Kini Ichi dan sahabat barunya, Toma Fujihira (Takao Osawa), harus bersiap bertarung dengan gerombolan Bankyo. Dilain pihak, ada seorang pria bernama Toraji Shirakawa (Yôsuke Kubozuka), seorang anggota Yakuza, yang juga telah lama berseteru dengan kelompok Bankyo. Toraji meminta bantuan Toma untuk mengalahkan kelompok Bankyo karena Toraji mengira Toma lah yang megalahkan anak buah Bankyo.

Kisah ini juga dibalut sedikit kisah asmara antara Ichi dan Toma.. Jadi,bagi yang sedang ingin mencari sebuah tontonan yang menarik, ICHI sangat patut dijadikan pilihan utama...

Friday, July 24, 2009

Kanada : Facebook melanggar Undang-undang


San Francisco (ANTARA News) - Pihak berwenang Kanada pada hari kamis menyatakan situs jaringan sosial Facebook melanggar undang-undang rahasia pribadi karena masih menyimpan informasi personal dari akun yang sudah ditutup .

Seperti diberitakan AFP, laporan komisi rahasia pribadi Kanada menggambarkan "kekhawatiran menyeluruh" karena informasi pribadi yang disediakan Facebook kepada 250 juta penggunanya "kadang membingungkan atau tidak lengkap."

Facebook mengemukakan mereka bersama komisi tersebut berusaha menemukan jalan keluar atas masalah itu dengan menjamin rahasia pribadi tanpa menganggu kenyamanan penggunanya.

"Secara keseluruhan, kami akan mencari solusi praktis yang bisa diterapkan dan menghormati pada fakta bahwa orang bergabung untuk berbagi dan bukan untuk bersembunyi, " kata chief privacy officer Facebook, Chris Kelly kepada AFP.

"Kami terus berdialog dan kami memiliki keyakinan akan sampai pada kesimpulan yang bisa diterima. Saya rasa kekhawatiran ini akan sepenuhnya dapat diselesaikan."

Komisioner Privasi Kanada, Jennifer Stoddart, mengatakan bahwa Facebook perlu menyelaraskan diri dengan undang-undang rahasia pribadi di Kanada.

Penyelidikan atas adanya pelanggaran undang-undang Kanada dilakukan setelah ada laporan dari Canadian Internet Policy and Public Interest Clinic terhadap Facebook, perusahaan yang bermarkas di Palo Alto, California, AS.

"Sudah jelas bahwa privasi adalah hal paling penting bagi Facebook, namun kami menemukan kesenjangan serius dalam cara kerja situs tersebut," kata Stoddart.

Facebook punya kebijakan tetap menyimpan informasi pribadi dari akun yang sudah dinonaktifkan dan hal itu merupakan pelanggaran terhadap undang-undang Personal Information Protection and Electronic Documents Act, kata laporan itu.

Undang-undang menyebutkan setiap organisasi bisa menyimpan informasi pribadi namun selama diperlukan untuk tujuan yang sesuai, kata Stoddart.

Laporan komisi tersebut minta Facebook untuk membuat kebijakan privasi dan pilihan-pilihan yang lebih transparan sehingga menjamin 12 juta warga Kanada pengguna Facebook bisa lebih baik dalam mengelola informasi pribadinya.

Menurut komisi tersebut, Facebook tidak benar-benar membatasi akses bagi pengembang perangkat lunak yang memasang informasi pribadi di halaman profil.

Kunci popularitas Facebook adalah adanya pengembang pihak ketiga yang bebas untuk membuat aplikasi bersenang-senang, fungsional, atau program mini yang dapat diinstal pada halaman profil.

Laporan komisi tersebut memperkirakan 950.000 pengembang di 180 negara telah membuat aplikasi untuk Facebook, terutama dalam bentuk permainan dan kuis.

Facebook telah setuju untuk mengadopsi sebanyak-banyaknya dari rekomendasi dalam laporan itu.

"Kami mendesak Facebook untuk melaksanakan semua rekomendasi kami serta memastikan bahwa mereka sudah sejalan dengan undang-undang privasi, dan menampilkan diri mereka sebagai contoh mengenai privasi," kata Asisten Komisaris Elizabeth Denham.

Komisi tersebut memberi Facebook 30 hari untuk bisa mematuhi semua rekomendasi dan menyatakan bahwa komisi itu bisa menghadap ke pengadilan federal agar rekomendasi mereka dilaksanakan.

Facebook menyatakan akan segera memperkenalkan fitur tambahan untuk privasi agar bisa mengatasi kecemasan dari komisi tersebut.

sunber : Antaranews.com

Tuesday, July 21, 2009

tulisan iseng...


jiah...sebenernya malu nih..tapi gpapa lah. namanya juga masih belajar... kemaren sore pas udah mandi, duduk2 tuh dibawah pohon rambutan depan rumah... sambil denger musik... eh,malah bikin note... hahaha... ini dia note nya..

little bit longer...

Now, im alone..
sitting here, in front of my home..
sitting under a tree, fell the wind blows...
listen a love song, with romantic music..
the bird's voice reach my ears..
with its own melodies..
sometimes, i wish that world keep like this..
not forever, just any longer..
little bit longer..

Thursday, July 16, 2009

about Plruk

hahaha... baru bikin acc baru di plurk.com... lumayan seru, ternyata banyak juga yg udah mengudara disana...so saya termasuk salah satu yang katrok...jiahahaha... disana kita harus meningkatkan karma...kalo udah ambpe 100.00, we have to reached plruk nirvana.. yg bisa ningkatin karma kita adalah semakin banyak invite teman, di app, punya bnyak fans... yup yg seperti itulah...n karma kita juga bisa lower kalo request qt di reject, stop folow orang..saya juga masih bingung... ya udah...bikin aja dulu...ntar belajar sendiri dah...jiahahah

Nothing Compares to You

tadi abis repost notes nya Thiea, ada pertanyaan ttg lagu wedding gitu... n langsung keinget lagunya mas Sinead O'Connor... suka banget lagunya...apalagi artinya...beeehh...dalem jok... wanna see the lyric??


Nothing Compares to You

By: Sinead O'Connor

It's been seven hours and fifteen days
Since you took your love away
I go out every night and sleep all day
Since you took your love away
Since you been gone I can do whatever I want
I can see whomever I choose
I can eat my dinner in a fancy restaurant
But nothing...
I said nothing can take away these blues
'Cause nothing compares...
Nothing compares to you


It's been so lonely without you here
Like a bird without a song
Nothing can stop these lonely tears from falling
Tell me baby where did I go wrong?
I could put my arms around every boy I see
But they'd only remind me of you
I went to the doctor and guess what he told me
Guess what he told me
He said, 'girl you better try to have fun
No matter what you do'
But he's a fool...
'Cause nothing compares...
Nothing compares to you

All the flowers that you planted, mama
In the back yard
All died when you went away
I know that living with you baby was sometimes hard
But I'm willing to give it another try
Nothing compares...
Nothing compares to you
Nothing compares...
Nothing compares to you
Nothing compares...
Nothing compares to you

Monday, July 13, 2009

My Quotes

Sometimes, i need my time..
Just to runaway from all of this crowded and to be alone..

Water still flow, the wind keep blows..
the birds still singing..and i still the same.. Still loving you...

When you notice it, I will be so hurt...
but this is my choice,to in love with you,
and will be never regret over it...

I'm getting lost now...
But I bet, one day i'll find my own way...
And it's not my luckyness, but my own destiny..

look what you've done to my heart..
you break it and leave me bleeding...
I just can't stand up anymore...

if you love someone, then tell it..
because in this life , nothing the second chance...

"Broken heart"...
it will hurt you...but won't kill you...
it just a 'thing' which make you stronger more and more...

i hope i can be alone in an island...
without anything and anyone...
everything just lost...just lost...